- tugas organisasi kantor
Pembahasan mengenai struktur organisasi
berdasarkan departementasi akan dibagi dalam tiga bagian. Dimana bagian
ketiga ini cukup banyak digunakan dalam dunia perusahaan bisnis.
khususnya pada perusahaan-perusahaan menengah kebawah. Kata lain dari struktur organisasi fungsional adalah organisasi lini dan staf. Dibawah akan dibahas tentang struktur organisasi lini, staf dan lini-staf:
- a. Organisasi Lini
Organisasi lini (garis lurus) merupakan
bentuk organisasi yang paling sederhana. Cirri utama organisasi ini
adalah jabatan-jabatan yang tercantum didalam organisasi terletak pada
satu garis vertical. Dalam organisasi ini presiden direktur menangani
seluruh masalah baik itu menyangkut produksi, penjualan, keuangan
ataupun personalia. Organisasi lini banyak digunakan pada
perusahaan-perusahaan kecil dan prinsip-prinsip pembentuk struktur
organisasi berdasarkan pembagian kerja. Struktur organisasi lini disebut
juga organisasi tradisional atau klasik[5].
Kelebihan struktur garis.
Karyawan lebih menyadari akan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan
yang diembannya, karena struktur ini sederhana dan mudah dimengerti.
Struktur ini juga menjadikan pengambilan keputusan dapat dilakukan
dengan cepat karena tidak ada halangan birokrasi[6].
Kekurangan struktur garis.
Kekurangan terbesar struktur ini adalah kurang fleksibelnya dalam
menyediakan spesialisasi yang dibutuhkan ketika perusahaan menjadi lebih
luas dan lebih kompleks. Hal ini menjadikan manajer harus mengerjakan
beberapa aktivitas khusus sendiri karena tidak adanya staf tambahan.
Ketika tugas manajerial berkembang, beberapa tugas harus didelegasikan.
Sayangnya, struktur ini juga sering gagal memberikan pengganti personel
manajerial yang sesuai karena pada beberapa kasus, tugas karyawan yang
terbatas sejak awal menghalangi mereka mendapatkan pengalaman yang
dibutuhkan untuk meningkat ke posisi manajerial[7].
- b. Organisasi Lini dan Staf
Organisasi lini dan staf merupakan
perkembangan dari organisasi lini, dimana orang-orang lini terdiri dari
orang-orang operasional dan lebih bersifat teknis dalam tugasnya.
Sedangkan orang-orang staf lebih bersifat spesialis dan bertugas sebagai
penasihat dan penyedia fasilitas untuk lini[8].
Kelebihan struktur garis (lini) dan staf.
Kelebihan utama struktur ini adalah posisi garis terbebas dari
aktivitas khusus yang dapat diberikan kepada karyawan staf. Jadi,
manajer pada posisi garis mempunyai waktu lebih untuk melakukan
aktivitas yang berperan secara langsung pada pencapaian tujuan utama
perusahaan. Manfaat lainnya adalah fleksibilitas dari personel staf
dapat memudahkan mereka untuk melaksanakan dan menyelesaikan proyek baru
dengan jumlah waktu yang minimum. Tentunya hal ini akan sulit kita
jumpai pada struktur garis yang murni. Dan sebagian besar pengalaman
sebagai staf merupakan persiapan menuju posisi garis[9].
Kekurangan struktur garis dan staf.
Konflik antara karyawan posisi garis dan staf sering menjadi masalah.
Misalnya, karena karyawan staf terlalu mendominasi sering kali karyawan
posisi garis menghiraukan masukan mereka. Pada beberapa instansi kita
temukan fenomena karyawan staf “mengambil” wewenang posisi garis. Hal
ini mengakibatkan beberapa manajer mengurangi “privilege” dari staf
ahli, yang menghalangi perkembangan hubungan kerja antara posisi garis
dan staf[10].
Pada organisasi lini dan staf beberapa
beban presiden direktur dibagi kepada beberapa spesialis
(manajer/direktur penjualan, manajer pabrik, dsb). Tetapi mereka tetap
melapor kepada presdir yang tetap memikul tanggung jawab keseluruhan
atas operasi usaha. Bagan organisasi lini staf yang disederhanakan dapat
dilihat dari gambar diatas.
- c. Departementasi Produk
Mengingat makin berkembangnnya suatu
perusahaan pada beberapa produk, baik produk yang sama maupun produk
yang berbeda sama sekali, maka perusahaan tersebut memerlukan suatu
penyesuaian/ perkembangan terhadap struktur organisasi, karena tidak
memadahi lagi dengan hanya menggunakan struktur organisasi fungsional[11].
Kelebihan struktur produk.
Struktur ini memungkinkan beberapa devisi untuk mengembangkan proses
dan prosedur yang dianggap baik untuk mereka. Katika struktur
alternative digunakan seperti garis dan staf, proses dan prosedur akan
terstandardisasi dalam keseluruhan perusahaan. Adapun aktivitas yang
lain dapat di koordinasikan tersendiri oleh tiap devisi tanpa pengawasan
langsung dari kantor pusat[12].
Kekurangan struktur produk.
Dengan dimungkinkannya tiap devisi untuk berjalan dengan cara
masing-masing dibandingkan struktur lain, hal ini dapat mengakibatkan
kegagalan beberapa devisi dalam mencapai tujuan perusahaan. Lebih jauh,
masalah yang dihadapi oleh beberapa devisi mungkin akan dirasakan
perusahaan secara keseluruhan[13].
- d. Struktur Komite
Meskipun tidak semua sependapat bahwa
struktur komite merupakan salah satu jenis struktur perusahaan, struktur
ini memberikan fungsi utama pada kebanyakan perusahaan. Beberapa komite
melakukan fungsi manajerial, dimana yang lainnya hanyalah sebagai
penasihat. Struktur perusahaan dengan tipe ini cocok digunakan untuk
menjembatani tiga struktur yang telah dijelaskan sebelumnya. Meskipun
beberapa struktur komite dalam perusahaan terus berjalan, struktur
komite yang lain dibubarkan setelah menyelesaikan fungsinya[14].
Kelebihan struktur komite.
Rekomendasi yang diberikan komite kadang kala diterima lebih baik dari
pada yang dibuat oleh individu atau bawahan yang terdapat dalam
wewenang garis. Hal ini mungkin disebabkan conflict of interest dari
anggota komite dapat dikatakan lebih minim dibandingkan “orang dalam”
organisasi. Sebagai tambahan, pandangan yang luas dan beragam dari
anggota komite memperluas rekomendasi mereka dan meningkatkan penerimaan
dari yang lain, sehingga meningkatkan validitas rekomendasi tersebut.
Penggunaan struktur komite juga mengurangi resiko membuat keputusan yang
salah[15].
Kekurangan struktur komite.
komite sring kali dikritik karena membutuhkan waktu yang lama untuk
berfungsi dengan baik. Tidak semua komite sama produktifnya. Khususnya
yang di dominasi oleh beberapa individu.
- e. Departemen Wilayah
Pembentukan struktur organisasi
departementasi/divisional wilayah sangat diperlukan pada usaha yang
beroperasi tersebar di berbagai wilayah baik pada beberapa Negara,
propinsi, maupun daerah. Tujuan terbentuk organisasi ini dalam rangka
meningkatkan pangsa pasar produk-produk mereka. Struktur organisasi
wilayah umumnya digunakan oleh usaha perbankan, perdagangan, asuransi,
dan sebagainnya. Bentuk struktur dapat dilihat sebagai berikut[16].
- D. Manajemen Perkantoran
Berdasarkan pemahaman mengenai organisasi
dan manajemen secara umum, kini dapatlah dikatakan bahwa manajemen
perkantoran adalah proses kerja sama didalam kantor untuk mencapai
tujuan kantor yang telah ditetapkan sebelumnya dengan melaksanakan
fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, dan
pengawasan)






0 komentar:
Posting Komentar